Keinginan untuk selalu menjalani hidup yang mudah dan menyenangkan adalah impian Komeng. Komeng juga mulai menggunakan lahan kosong milik (H Bolot) untuk membuka kios tanpa membagi hasil dari lahan yang digunakan. Ketika terjadi perselisihan, Komeng berargumen bahwa ia memiliki izin tetapi pemiliknya tidak mau mendengarkan.