Karena ingin hidup sehat, Jarwo benar-benar melakukannya dengan sungguh-sungguh. Jarwo juga belajar dengan serius untuk menjadi atlet bulu tangkis, tetapi karena usia dan latihan yang dipaksakan, Jarwo akhirnya mengalami nyeri otot karena BTP melatihnya sesuai standar atlet profesional.