
Kabayan menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan belahan jiwanya, Nyi Iteung, karena Abah, ayah Nyi Iteung, tidak setuju memiliki menantu dari desa. Kabayan harus pergi ke kota untuk mencari keberuntungan, dibantu oleh temannya, Joni Kemod, dan gurunya, Nora Nori. Kini, Kabayan, sebagai warga kota, pulang kampung untuk melamar Nyi Iteung. Film berakhir dengan penerimaan Abah terhadap Kabayan apa adanya.